Aku berputar pada ruangan gemerlap
The Road to Hell bertalu lembut iringi geliat tubuhku
coba mencari ceria di hati bisu tak ingin berhenti
agar senyum tetap hiasi wajah mati
Lalu
kuangkat dan kureguk cairan pembakar leher
dan aku kembali pada lantai bisu saksi mati jiwaku
Pagi kesekian pada butiran hitam kubuka mata dalam perih
ingin kembali meringkuk dalam peluk selimut cinta
perlahan peluh menetes dan aku terduduk
menatap kelam dan pilu sesaat
lalu kuputuskan berhenti
dan aku ingin pulang
Kini kududuk mendekap cintaku
memeluk nikmatnya walau tak ada
membiarkan hitam berlalu dari balik tirai malam dan duka
menanti saat bertemu entah sampai kapan
Mataku kian terpejam
menikmati merdunya rindu
berputar arah
aku berjalan kembali
menyambut tangan CINTA yang terulur padaku
berjalan bersama-Nya
dan pulang
~ Puisi Melukis Langit bagian 6
Tidak ada komentar:
Posting Komentar