Kurangkai kata untuk sebuah lembaran
semakin kelam pada tiap halaman
dan kutemukan makna untuk kutelusuri arahnya
ketika pada lembar berikut aku melihat potret diri ada di sana
Kusulam rajutan indah untuk halaman cinta
semakin hitam pada setiap langkah dan perjalanan
dan kudapatkan sakit menggores pada bingkai rapuh
ketika kembali harus kudapatkan pantulannya masih menatapku
Bayangan cinta menyapa dalam hangat dekapan
dari pagi dan petang hingga dini hari
merajut cinta di batas waktu
mengurai dan menitipkan rindu pada angin malam
semakin tak pasti namun indahnya terasa
sampai kusadari aku lelah dalam penantian kian beku
Kualunkan nyanyian merdu untuk dicerna
aku terbuai ikuti nada indah dari bibirku
lalu kutemukan diri tergenang darah hitam di tengah bara
bara cinta dan rindu pada gelap malam
hingga mengalir kian deras desah kematian
dari bibir pelantun tembang cinta dan rindu
Lalu terbang memeluk lukisan Cinta
bersama burung-burung di awan yang tak lagi hitam
tersenyum membalut luka dan cinta yang telah usai
~ Puisi Melukis Langit bagian 8
Tidak ada komentar:
Posting Komentar