Butiran halus mengalir dari mataku yang beku,
menatapmu dari balik gundah dan pedih,
mencari untaian lembut agar hatimu terkuak dan memandangku,
lalu, mengatakan di sini masih ada sisa cinta kita,
walau hanya di antara serpihan.
Namun memang tak pernah ada,
entah mengapa diriku masih ada di sini,
menatap kelam di wajahmu,
melangkah,
namun tak pasti hendak ke mana,
kita berjalan pada dua titian berbeda.
Aku tetap menari dalam sangkar ini,
memahat cinta di dalam mimpi,
entah kapan datang pangeran menjemput,
melepaskanku dari cengkeramanmu yang dingin,
bebaskan aku dari belenggumu yang kian beku.
kau ada, namun tak ada
bagai lukisan cinta dalam genangan hitam
kutatap, namun hanya ada gelap
kuraba dan kembali hampa.
dan
CINTA kirimkan bisikan halus
untuk langkah hatiku hendak ke mana
memanggil namamu bersama alunan CINTA
sampai pada batas Dia datang pertemukan hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar