Selasa, 23 Oktober 2012

Misteri dalam Kegelapan

Di sana sudah tertera gelombang biru dan mendungnya,
sudah tercatat cerah dan hujannya,
dari rincian musim dan noktah,
dan di sana kau ada.

Tak perlu lagi kau mainkan tarian kuasmu,
pada kanvas birunya yang sudah terbingkai,
jika musim sedang berganti dan memang harus berganti, 
itulah lukisan-Nya dan kau sudah ada di dalamnya.

Maka hentikanlah tangismu saat matahari menghilang,
agar air matamu tak menodai binar cahaya bintang,
di ujung malam hingga di antara hitam,
dan betapa indah lukisan-Nya.

Seorang induk tak akan memupuk permusuhan,
yang sedang terhampar dan memanas,
tapi kenapa di sini induk menerkam ganas,
hingga angin pun terburai pilu.

Apakah ketulusan ini hanya pura-pura tanpa kutahu?
Hingga hukuman merajam hati.
Atau
apakah aku masih harus melewati beberapa ujian lagi?
dan langkahku kian terpuruk

Haruskah menyudahi semuanya?
Agar segera terlihat adakah hati yang bening?

~ Puisi Melukis Langit bagian 3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar