Kamis, 18 Oktober 2012

Air Matamu

Ketika Rindu bertanya tentang hitam yang kau paparkan
itulah kebodohan dan tulinya Rindu, katamu
ribuan bodoh untuk Rindu

Ketika Rindu bertanya tentang putih yang kau ikrarkan
itulah putihmu di atas dungunya Rindu, katamu
masih katamu, Sayang

Dan
ketika Rindu bertanya tentang kebenaran yang kau janjikan
Rindulah sang buruk tak pantas untuk benarmu
Lalu
di mana dirimu, wahai sang maha?
apa hanya di balik putihnya kulit paha?
atau
di dalam benarnya jilatan lidah rakusmu?

Ketika Rindu bertanya tentang kesungguhan ucapanmu
mengapa kau berlari dan bersembunyi?

kini izinkan Rindu berkata pada kata dan tubuh kotornya, saja
kau hanyalah sang maha di dalam belahan saja
bukan kedalaman jiwa
air matamu akan mengalir deras
untuk tiap inci belahan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar