Kamis, 18 Oktober 2012

Bayang-Bayang Hidup

Kit Rose ketika melahirkan tulisan-tulisannya baik berupa puisi, cerpen, maupun kecenderungan cerpan, sangat menyukai permainan kata-kata di saat mulai menyentuh 'pencapaian hidup', 'menggapai bayang-bayang hidup', di mana manusia sesungguhnya memiliki 'sedulur', baik yang tampak maupun tidak. Lalu, ia rangkai kata-kata pilihan buat dijalin menjadi kalimat deskriptif dan terciptalah karya-karyanya.

Ia sudah melihat sumber bayangan itu, mulai sadar benar hendak menangkapnya, walaupun belum sanggup menggapainya karena 'perlengkapannya belum penuh'. Ia sedang mempersiapkan perlengkapan lebih canggih agar aneka tanya di benak dan jiwanya mendapat jawab. Begitu jauh jawabannya, karena semakin banyak yang ia tuliskan, semakin hilang jejak yang sudah diikutinya.

Tulisan-tulisan ini merupakan pergulatannya dalam jenjang pencapaian. Ia seperti mendapatkan dirinya menari telanjang di depan cermin. Meliukkan tubuh penuh ritme dan dinamika sekalipun musiknya ada di angan-angannya. Menelusuri petualangan dan perjalanan yang ternyata didapatkan kian panjang dan tanpa pemberhentian. Seperti suatu renungan, bahwa kita ini ada tapi tiada, kita ini tiada tapi ada. Baca saja, tapi jangan dalam kondisi lelah.

Simaklah tulisan Kit Rose ketika dalam keadaan bugar, supaya melihat lebih dalam apa yang disampaikannya dalam setiap kisah!

Buanergis Muryono

Tidak ada komentar:

Posting Komentar