Tap!
Terpotong menjadi tiga,
apa nama hendak kau sematkan?
Aku tidak bertanya hanya berkata,
tubuhku kau pangkas menjadi tiga
kau ramu satu halaman tubuh untuk sajian malammu
kau rendam satu batang lain dalam poci dustamu.
Pendusta bisu tuli sedang menyanyikan kidung cinta
merdu
syahdu
mengaduk magma dalam perut
Dab!
Kusisakan bongkahan yang kau buang di bawah tudung saji
menggeliat mati merayap mengintai langkahmu
Bulan diam tersenyum padaku
kirimkan bidadari kecilnya
bisikkan kabar tentang kisah sang pendusta pelantun kidung cinta
Teruslah bernyanyi sudah kupenggal pusar cinta untukmu
merayap perlahan menelusuri nyanyian malam
di balik bisu
di balik luka
di balik duka
luka duka yang bisu
dan diam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar