Kamis, 18 Oktober 2012

Kidung Cinta sang Pendusta

Tap!
Terpotong menjadi tiga,
apa nama hendak kau sematkan?

Aku tidak bertanya hanya berkata,
tubuhku kau pangkas menjadi tiga
kau ramu satu halaman tubuh untuk sajian malammu
kau rendam satu batang lain dalam poci dustamu.

Pendusta bisu tuli sedang menyanyikan kidung cinta
merdu syahdu mengaduk magma dalam perut

Dab!
Kusisakan bongkahan yang kau buang di bawah tudung saji
menggeliat mati merayap mengintai langkahmu

Bulan diam tersenyum padaku
kirimkan bidadari kecilnya
bisikkan kabar tentang kisah sang pendusta pelantun kidung cinta

Teruslah bernyanyi sudah kupenggal pusar cinta untukmu
merayap perlahan menelusuri nyanyian malam
di balik bisu
di balik luka
di balik duka

luka duka yang bisu dan diam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar